⤷Trenggalek Jadi Titik Temu Visi Prabowo soal Ketahanan Pangan dan Ajaran Megawati Merawat Pertiwi

Trenggalek Jadi Titik Temu Visi Prabowo soal Ketahanan Pangan dan Ajaran Megawati Merawat Pertiwi

Trenggalek — Indonesia kini telah memasuki fase krisis iklim, ditandai dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana cuaca ekstrem di berbagai wilayah. Kondisi ini menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu global yang jauh, melainkan ancaman nyata yang langsung dirasakan masyarakat di tingkat lokal.


Anggota DPR RI, Novita Hardini, menegaskan bahwa tantangan krisis iklim harus dijawab dengan kebijakan yang menyentuh akar persoalan, terutama di sektor-sektor yang paling memungkinkan dilakukan.


Berdasarkan peta emisi di Kabupaten Trenggalek, Ia menjelaskan bahwa sumber emisi terbesar berasal dari tiga sektor utama, salah satunya Adalah sektor pertanian, yang juga menjadi penyumbang emisi terbesar dengan penggunaan pupuk kimia secara masif.


“Karena itu, tugas utama kita hari ini adalah menurunkan emisi gas rumah kaca secara nyata dan terukur, dimulai dari sektor yang paling mungkin ditangani di daerah, yaitu pengolahan limbah organik, misalnya limbah dari SPPG dan Dapur MBG” tegasnya.


Ia mangatakan bahwa langkah tersebut juga sejalan dengan agenda strategis Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional pada 2026. Menurutnya, ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari kesehatan tanah, air, dan ekosistem pertanian itu sendiri.


“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi beras atau jagung, tetapi soal bagaimana kita merawat sumber-sumber kehidupan agar pertanian tetap produktif untuk generasi mendatang,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pengolahan limbah organik merupakan solusi strategis yang menjawab dua tantangan sekaligus menurunkan emisi dan memperkuat kemandirian pangan rakyat.


“Dampaknya langsung pada penurunan emisi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.


Lebih lanjut, legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu mengungkapkan bahwa sektor pertanian menyumbang sekitar 40 persen emisi, terutama dari pupuk kimia berbasis nitrogen (NPK) yang menghasilkan gas N₂O, salah satu gas rumah kaca paling berbahaya.


Integrasi pupuk kimia dan pupuk organik hasil pengolahan sampah, dengan target bauran dari 100 persen pupuk kimia menjadi 60 persen kimia dan 40 persen organik merupakan salah satu solusi yang ia sampaikan. Dimana menurutnya skema ini mampu menurunkan emisi secara signifikan, menjaga kesehatan tanah dan air, serta menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan tangguh.


Dalam konteks inilah menurut Novita Hardini, Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah) hadir sebagai pendekatan pembangunan yang memandang krisis iklim bukan semata ancaman, melainkan peluang transformasi sosial dan ekonomi. Gerakan ini memadukan ketahanan pangan dan lingkungan, pemberdayaan perempuan, serta ekonomi hijau berbasis rakyat.


“Orang lain melihat ini sebagai krisis, tapi Perempuan Sarinah melihat ini sebagai peluang,” katanya saat soft lounching program Perempuan Sarinah Minggu, (22/12/2025).


Novita Hardini yang juga merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, menekankan peran strategis perempuan sebagai garda terdepan dalam pengolahan limbah organik, produksi pupuk ramah lingkungan, hingga penguatan ekonomi keluarga dan desa. Selain berkontribusi pada penurunan emisi, pendekatan ini juga menciptakan lapangan kerja hijau dan memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.


Ia menyebut Trenggalek sebagai ruang bertemunya visi ketahanan pangan Prabowo Subianto dan nilai ajaran Megawati Soekarnoputri tentang merawat pertiwi, yang diwujudkan melalui pelestarian lingkungan, penguatan kearifan lokal, serta pemberdayaan perempuan sebagai penjaga alam dan kehidupan.


“Ketika agenda lingkungan berjalan seiring dengan ekonomi rakyat, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah arah pembangunan yang berkeadilan, berdaulat, dan berkelanjutan,” tutupnya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *.

Tidak Ada Komentar

Program

novita-hardini Pendampingan Terpadu UMKM
Pendampingan Terpadu UMKM

Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan dukungan kepada UMKM dalam mengembangkan usaha dan pemasaran produk.

novita-hardini SEPEDA KEREN
SEPEDA KEREN

Program pendidikan untuk perempuan, anak disabilitas, dan kelompok rentan lainnya, dengan fokus pada pemberdayaan dan akses pendidikan.

novita-hardini Membangun Kedaulatan Petani Perempuan
Membangun Kedaulatan Petani Perempuan

Pemberdayaan petani perempuan dengan memberikan akses kepada sumber daya dan pasar untuk meningkatkan ketahanan pangan.

novita-hardini DAPUR CINTA
DAPUR CINTA

Inisiatif untuk mencegah dan menangani masalah stunting dengan menyediakan makanan bergizi untuk keluarga yang membutuhkan.

novita-hardini Membangun Rumah Terapi Terpadu
Membangun Rumah Terapi Terpadu

Mendirikan pusat terapi yang inklusif untuk membantu tumbuh kembang anak-anak dengan disabilitas serta meningkatkan kualitas hidup mereka.

novita-hardini EDUPRINTIS 2025
EDUPRINTIS 2025

Merupakan kegiatan Peningkatan Digitalisasi, Perluasan Akses Permodalan, Perlindungan Ketenagakerjaan, Pelayanan Legalitas Usaha dan Upaya Bersama Menuju Net Zero Karbon. Tahun ini kami melakukan kegiatan di 9 Kecamatan yang berada di Kabupaten Trenggalek.

novita-hardini Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP)
Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP)

Program ini merupakan bantuan pendidikan bagi pelajar yang kurang mampu dari tingkat SD dan SMP sosialisasi dilakukan di 14 Kecamatan dengan jumlah penerima 2000 siswa.

novita-hardini Diskusi Bersama Kementerian Pariwisata dan Menteri Ekonomi Kreatif RI
Diskusi Bersama Kementerian Pariwisata dan Menteri Ekonomi Kreatif RI

Mendorong pemerintah pusat dapat memetakan potensi-potensi wisata baru yang ada di pesisir selatan, khususnya di wilayah mataraman, Provinsi Jawa Timur.

novita-hardini Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP)
Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP)

Program ini merupakan bantuan pendidikan bagi pelajar yang kurang mampu dari tingkat SD dan SMP penyerahan dilakukan di Kecamatan Munjungan serta sejumlah Kecamatan lainnya di Kabupaten Trenggalek, dengan jumlah penerima 2000 siswa.

novita-hardini Menjemput Aspirasi
Menjemput Aspirasi

Program ini merupakan program rutin dilakukan dalam setiap masa reses untuk mendengarkan aspirasi masyarakat yang berada di Daerah Pemilihan 7 (Dapil 7) Jawa Timur yang meliputi : Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan serta Kabupaten Pacitan.

novita-hardini Menjemput Aspirasi
Menjemput Aspirasi

Menjemput Asprasi, Diskusi serta berdialog bersama para pelaku UMKM khususnya pemilik, wedding organizer, hotel, resto dan cafe Se Kabupaten Trenggalek terkait polemik Royalty, Senin (18/8/2025).

novita-hardini Bantuan Sosial
Bantuan Sosial

Memberikan bantuan sosial kepada pasien operasi bibir sumbing, Jawa Timur Minggu, (7/9/2025)

Quotes

novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-

Iklan

novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads