Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi: Industri Manufaktur Jangan Dibiarkan Menanggung Beban Sendiri

Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi: Industri Manufaktur Jangan Dibiarkan Menanggung Beban Sendiri

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, soroti lemahnya mitigasi pemerintah dalam merespons dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai telah menekan sektor manufaktur nasional. Hal itu Ia sampaikan saat Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (8/7/2026). 


Novita menyoroti meningkatnya biaya produksi industri, terganggunya distribusi logistik, hingga pemblokiran barcode BBM bersubsidi yang dialami pelaku usaha di berbagai daerah.


Menurutnya, kondisi tersebut telah menciptakan ketidakpastian serius bagi dunia usaha, khususnya industri kecil dan menengah yang sangat bergantung pada akses energi dan kelancaran distribusi barang.


“Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap dampak berantai yang saat ini dirasakan industri manufaktur. Kenaikan biaya energi dan logistik secara langsung menekan biaya produksi, sementara pelaku usaha tidak selalu bisa menaikkan harga produknya. Akibatnya margin usaha terus tergerus,” tegas Novita.


Politisi fraksi PDI Perjuangan itu mempertanyakan apakah Kementerian Perindustrian telah memiliki pemetaan yang komprehensif mengenai besaran kenaikan biaya produksi yang harus ditanggung sektor manufaktur akibat gejolak harga energi sepanjang 2025 hingga 2026.


Novita menilai pemerintah perlu segera menyusun langkah mitigasi konkret, termasuk kemungkinan pemberian insentif fiskal, relaksasi pajak, subsidi energi industri, maupun dukungan logistik bagi kawasan industri yang terdampak.


Pemblokiran Barcode Subsidi Dinilai Merugikan Industri Kecil


Selain persoalan kenaikan biaya produksi, politisi asal Dapil 7 Jawa Timur itu juga menyoroti laporan dari berbagai daerah mengenai pemblokiran barcode BBM bersubsidi yang menyebabkan pelaku usaha logistik, transportasi, hingga industri kecil kesulitan memperoleh bahan bakar.


Menurutnya, kebijakan yang tidak disertai sosialisasi dan mekanisme komunikasi yang jelas berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat serta mengganggu aktivitas ekonomi produktif.


“Di lapangan banyak pelaku usaha yang tiba-tiba kehilangan akses terhadap BBM bersubsidi karena barcode mereka diblokir. Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi rakyat,” ujarnya.


Novita menilai pemerintah perlu menghadirkan sistem komunikasi publik yang transparan dan terintegrasi agar setiap perubahan kebijakan energi dapat diketahui lebih awal oleh masyarakat dan dunia usaha.


Soroti Lemahnya Koordinasi Antar Kementerian


Tak hanya itu, Dirinya juga menyinggung lemahnya koordinasi lintas kementerian yang dinilai menjadi akar persoalan berbagai kebijakan energi dan industri yang saling tumpang tindih.


Menurutnya, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, serta PT Pertamina harus memiliki mekanisme koordinasi yang lebih solid agar kebijakan yang diterbitkan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.


“Jangan sampai pelaku industri menjadi korban dari ego sektoral antar lembaga. Negara harus hadir dengan kebijakan yang terkoordinasi, jelas, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha,” katanya.


Ancaman Daya Saing Industri Nasional


Lebih lanjut, Novita mengingatkan bahwa persoalan logistik dan energi yang tidak segera diselesaikan dapat berdampak pada daya saing industri nasional, termasuk kemampuan Indonesia memenuhi kontrak ekspor.


Keterlambatan distribusi bahan baku maupun produk jadi, kata dia, berpotensi menurunkan kepercayaan pasar internasional terhadap industri Indonesia.


“Jika biaya logistik terus meningkat dan distribusi terganggu, bukan hanya industri yang dirugikan. Kita juga berisiko kehilangan pasar ekspor, kehilangan investasi, dan pada akhirnya mengancam lapangan kerja nasional," Ungkapnya. 


Komisi VII DPR RI berharap pemerintah segera menyusun langkah strategis lintas kementerian untuk menjaga stabilitas biaya logistik, menjamin akses energi bagi industri, serta memperkuat daya saing manufaktur nasional di tengah tantangan ekonomi global.


“Industri manufaktur adalah salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Negara tidak boleh membiarkan sektor ini menanggung beban sendiri di tengah situasi yang semakin sulit,” pungkas Novita Hardini.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *.

Tidak Ada Komentar

Program

novita-hardini Pendampingan Terpadu UMKM
Pendampingan Terpadu UMKM

Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan dukungan kepada UMKM dalam mengembangkan usaha dan pemasaran produk.

novita-hardini SEPEDA KEREN
SEPEDA KEREN

Program pendidikan untuk perempuan, anak disabilitas, dan kelompok rentan lainnya, dengan fokus pada pemberdayaan dan akses pendidikan.

novita-hardini Membangun Kedaulatan Petani Perempuan
Membangun Kedaulatan Petani Perempuan

Pemberdayaan petani perempuan dengan memberikan akses kepada sumber daya dan pasar untuk meningkatkan ketahanan pangan.

novita-hardini DAPUR CINTA
DAPUR CINTA

Inisiatif untuk mencegah dan menangani masalah stunting dengan menyediakan makanan bergizi untuk keluarga yang membutuhkan.

novita-hardini Membangun Rumah Terapi Terpadu
Membangun Rumah Terapi Terpadu

Mendirikan pusat terapi yang inklusif untuk membantu tumbuh kembang anak-anak dengan disabilitas serta meningkatkan kualitas hidup mereka.

novita-hardini EDUPRINTIS 2025
EDUPRINTIS 2025

Merupakan kegiatan Peningkatan Digitalisasi, Perluasan Akses Permodalan, Perlindungan Ketenagakerjaan, Pelayanan Legalitas Usaha dan Upaya Bersama Menuju Net Zero Karbon. Tahun ini kami melakukan kegiatan di 9 Kecamatan yang berada di Kabupaten Trenggalek.

novita-hardini Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP)
Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP)

Program ini merupakan bantuan pendidikan bagi pelajar yang kurang mampu dari tingkat SD dan SMP sosialisasi dilakukan di 14 Kecamatan dengan jumlah penerima 2000 siswa.

novita-hardini Diskusi Bersama Kementerian Pariwisata dan Menteri Ekonomi Kreatif RI
Diskusi Bersama Kementerian Pariwisata dan Menteri Ekonomi Kreatif RI

Mendorong pemerintah pusat dapat memetakan potensi-potensi wisata baru yang ada di pesisir selatan, khususnya di wilayah mataraman, Provinsi Jawa Timur.

novita-hardini Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP)
Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP)

Program ini merupakan bantuan pendidikan bagi pelajar yang kurang mampu dari tingkat SD dan SMP penyerahan dilakukan di Kecamatan Munjungan serta sejumlah Kecamatan lainnya di Kabupaten Trenggalek, dengan jumlah penerima 2000 siswa.

novita-hardini Menjemput Aspirasi
Menjemput Aspirasi

Program ini merupakan program rutin dilakukan dalam setiap masa reses untuk mendengarkan aspirasi masyarakat yang berada di Daerah Pemilihan 7 (Dapil 7) Jawa Timur yang meliputi : Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan serta Kabupaten Pacitan.

novita-hardini Menjemput Aspirasi
Menjemput Aspirasi

Menjemput Asprasi, Diskusi serta berdialog bersama para pelaku UMKM khususnya pemilik, wedding organizer, hotel, resto dan cafe Se Kabupaten Trenggalek terkait polemik Royalty, Senin (18/8/2025).

novita-hardini Bantuan Sosial
Bantuan Sosial

Memberikan bantuan sosial kepada pasien operasi bibir sumbing, Jawa Timur Minggu, (7/9/2025)

Quotes

novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-
novita-hardini-quotes-

Iklan

novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads
novita hardini - ads